Makalah
Transact-SQL Dasar
Tugas 3 Pemrograman SQL II
OLEH:
Bunga Putri Salsabilla
24781005
MI 4A
Dosen Pengampu : M. Reza Redo Islami, S. Kom., M.T.I.
D3 MANAJEMEN INFORMATIKA
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
2026
1. Pendahuluan
Structured Query Language (SQL) adalah standar tangguh untuk mengambil dan memanipulasi data (querying). Namun, bagaimana jika kita ingin menanamkan logika pemrograman langsung di dalam basis data, seperti menyimpan nilai sementara, membuat keputusan bercabang, atau melakukan perulangan?
Makalah ini akan mengupas tuntas mendasar T-SQL, mulai dari deklarasi variabel, konversi tipe data, hingga penerapan flow control (IF...ELSE, CASE, WHILE). Tujuannya adalah untuk memperlihatkan bagaimana T-SQL dapat mengurangi beban kerja aplikasi dengan memproses logika bisnis secara efisien di level database.
2. Tujuan Tugas
Mengukur pemahaman mahasiswa terhadap T-SQL tingkat dasar hingga menengah, kemampuan menyajikan ulang materi dengan gaya blog akademik, serta keterampilan menerjemahkan teori ke dalam contoh kode orisinal.
3. Hasil Dan Pembahasan
a. Anatomi Skrip dan Penggunaan Komentar
Praktik pemrograman yang baik selalu diiringi dengan dokumentasi yang jelas. T-SQL menyediakan dua metode komentar yang tidak akan dieksekusi oleh compiler:
b. Variabel Lokal (DECLARE, SET, PRINT)
Variabel lokal di T-SQL (selalu diawali dengan @) berfungsi sebagai penyimpan nilai sementara di dalam memori selama satu batch dieksekusi.
Contoh Modifikasi: Menghitung Estimasi Biaya Denda Keterlambatan
c. Konversi Tipe Data (CAST vs CONVERT)
T-SQL sangat ketat terhadap tipe data. Kita tidak bisa menggabungkan teks (VARCHAR) dengan angka (INT atau MONEY) menggunakan operator + tanpa melakukan konversi.
CAST: Sesuai standar ANSI SQL, sintaksnya lebih sederhana dan universal.CONVERT: Spesifik untuk SQL Server, sangat fleksibel (powerful) karena memiliki parameter style untuk memformat tanggal dan waktu.
Contoh Perbandingan Format Tanggal:
d. Memanfaatkan Variabel Global (@@IDENTITY & @@ROWCOUNT)
Berbeda dengan variabel lokal, variabel global (diawali @@) dikelola oleh sistem untuk memantau status aktivitas server.
@@IDENTITY: Mengembalikan ID terakhir yang di- generate oleh propertiIDENTITYpada tabel.@@ROWCOUNT: Menghitung jumlah baris yang terpengaruh oleh perintah DML terakhir (INSERT,UPDATE,DELETE)
e. Kendali Proses (IF...ELSE & CASE)
Logika percabangan memungkinkan skrip membuat keputusan berdasarkan evaluasi kondisi data. IF...ELSE mengontrol alur eksekusi blok kode, sedangkan CASE mengembalikan nilai spesifik di dalam perintah SELECT atau SET.
Contoh: Penentuan Status Keanggotaan Berdasarkan Poin
f. Perulangan Dinamis dengan WHILE (BREAK & CONTINUE)
T-SQL menggunakan WHILE untuk perulangan bersyarat. CONTINUE digunakan untuk melompati iterasi saat ini, dan BREAK untuk menghentikan perulangan sepenuhnya.
4. Studi Kasus Terintegrasi: Sistem Deteksi Kelayakan Beasiswa
Skrip berikut mengintegrasikan minimal tiga elemen T-SQL (Variabel, WHILE, dan IF...ELSE/CASE) dalam satu skenario dunia nyata untuk mengevaluasi kelayakan kandidat beasiswa berdasarkan nilai rata-rata (IPK) simulasi.
5. Kesimpulan & Refleksi Diri
Sebelum masuk ke materi praktikum minggu ini, saya berpikir bahwa SQL itu sebatas SELECT, FROM, dan WHERE—hanya sekadar alat untuk memanggil data. Namun, setelah menyelami Transact-SQL (T-SQL), perspektif saya benar-benar berubah. Rasanya seperti kita sedang memberikan "otak" ke dalam database.
Melalui T-SQL, database tidak lagi menjadi tempat penyimpanan yang pasif. Kita bisa menyuruhnya mengingat sesuatu sementara waktu (lewat Variabel), memintanya mengambil keputusan sendiri (lewat IF...ELSE dan CASE), bahkan menyuruhnya mengulang pekerjaan yang membosankan secara otomatis (lewat WHILE). Kesimpulan terbesarnya: T-SQL membuat database kita lebih pintar dan mandiri, sehingga aplikasi yang kita buat nanti tidak perlu bekerja terlalu keras.
Refleksi Pribadi:
Berdasarkan percobaan di SSMS selama praktikum, saya menyadari bahwa fungsi CAST terasa lebih instan untuk operasi penggabungan teks dasar (PRINT). Namun, CONVERT menawarkan fleksibilitas yang tidak tergantikan saat menyajikan data temporal (datetime). Kendala awal yang saya hadapi adalah lupa menyertakan blok BEGIN...END pada percabangan IF yang memiliki perintah PRINT dan SET ganda, sehingga menghasilkan logical error. Analisis yang cermat dan bantuan console error di SSMS sangat membantu memperbaiki struktur sintaks tersebut.
6. Daftar Pustaka
Islami, M. R. R. (2026). Modul Praktikum 3: Perintah Dasar Transact-SQL. Program Studi Manajemen Informatika, Politeknik Negeri Lampung.
Microsoft. (2024). Transact-SQL Reference (Database Engine). Microsoft SQL Docs. Diakses dari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar